Desain Kamar Tidur Anak

Desain Kamar Tidur Anak – Anak anda sudah mulai dewasa dan meminta kamarnya sendiri? Setiap anak memang harus memiliki ruang untuk dirinya sendiri di usia tertentu. Ruangan untuk belajar, bermain, membaca atau sekedar bersantai. Ada baiknya ruangan ini berbentuk kamar tidur untuknya.

Keputusan bagaimana desain kamar tidur anak ada sepenuhnya di tangan anda. Namun keputusan desain kamar dan bagaimana cara mendekorasinya harus sesuai dengan kondisi si anak : usia, jenis kelamin, kebiasaan, minat anak dan berbagai kondisi lainnya.

Jika anak anda adalah tipe anak yang aktif, tidak mau diam, anda sebaiknya membuatkan desain kamar tidur anak dengan ruang gerak yang besar. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikannya kamar yang luas atau membatasi jumlah furniture dalam kamarnya. Pastikan juga furniture kamar anak anda aman untuk gerakan si kecil yang tidak mau diam. Jangan sampai ada hal-hal yang bisa membuatnya tersandung. Jangan ada kabel yang menjulur yang bisa berbahaya di jalur-jalur yang biasa dilewati.

Jika anak anda masih dalam tahap belajar soal lingkungannya, masih belum mengerti mana yang aman atau berbahaya bagi dirinya. Pastikan desain kamar tidurnya aman dari berbagai hal yang dapat membahayakan dirinya seperti komponen-komponen kelistrikan. Sebisa mungkin jauhkan semuanya dari jangkauan tangannya.

Berikan sentuhan personal dari anak anda. Perhatikan apa yang ia gemari. Mungkin olahraga basket atau sepakbola. Mungkin karakter kartun Frozen atau kartun lainnya. Berikan dekorasi yang berhubungan dengan semuanya itu untuk menjadikan kamar tidur anak anda sebagai bagian dari dirinya. Mungkin dalam bentuk tempat tidur yang unik, atau sekedar seprai dan karpet lembut dengan gambar tokoh kartun kesayangannya.

Gunakan cat dinding dengan warna-warna ceria khas anak-anak. Jangan hanya warna putih. Pilih warna-warna lembut yang bisa membuat anak anda lebih kalem. Jangan menggunakan warna-warna panas/ menyala untuk desain kamar tidur anak.

Batasi jumlah perabot untuk desain kamar tidur anak anda. Gunakan elemen-elemen dekorasi yang juga mempunyai fungsi lain, jangan sekedar dekorasi saja. Lebih baik berikan ruang gerak yang lebih luas untuk anak dibandingkan untuk pajangan-pajangan yang tidak ada fungsinya.